Minggu, 06 Oktober 2013

Kenali Gejala Kusta Sedini Mungkin

Selamat berjumpa kembali di Blog yang sederhana ini. Semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah SWT dan di beri kesehatan agar bisa melaksanakan segala aktivitas kita. Amien.
Kali ini saya akan sedikit berbagi mengenai Penyakit Kusta.
Penyakit Kusta disebabkan karena infeksi Kuman Mycobacterium Leprae. Kuman ini mempunyai sifat yang sama dengan kuman penyebab Tuberkolosis, yaitu bersifat batang dan tahan asam. Penyakit Kusta adalah penyakit menular, dan sumber utama penularan adalah manusia. Kusta mempunyai masa inkubasi kurang lebih selama 2-5 tahun. Penularan terjadi apabila M.Leprae yang hidup keluar dari tubuh penderita dan masuk ke dalam tubuh orang lain. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana penularan bisa terjadi. Namun secara teoritis penularan bisa terjadi jika ada kontak yang erat dan lama dengan penderita.
Walaupun sifatnya yang menular, hanya sedikit yang akan terjangkit penyakit kusta setelah kontak dengan penderita. Hal ini disebabkan karena sistim daya tahan tubuh. Seseorang dalam lingkungan tertentu akan termasuk dalam salah satu dari tiga kelompok berikut ini :
  1. Bila orang tersebut mempunyai kekebalan tubuh yang tinggi merupakan kelompok terbesar yang telah atau akan menjadi resisten terhadap kuman kusta.
  2. Bila orang tersebut mempunyai kekebalan rendah terhadap kuman kusta, mungkin akan menderita kusta yang dapat sembuh sendiri.
  3. Bila orang tersebut tidak mempunyai kekebalan terhadap kuman kusta merupakan kelompok terkecil dan mudah menderita kusta yang stabil dan progresif. Sistem kekebalan efektif melawan kusta adalah sistem kekebalan seluler.
Bingung?? Contoh sederhananya seperti berikut :
Dari 100 orang yang terpapar dengan kusta, 95 orang tidak menjadi sakit, 5 orang sisanya bisa terinfeksi kusta, namun 3 dari 5 orang tersebut akan sembuh sendiri tanpa obat, sedangkan sisanya 2 orang akan menjadi sakit dimana hal ini belum lagi memperhitungkan pengaruh pengobatan.

Kapan seorang pasien bisa kita diagnosa menderita Kusta? 
Sebelum menegakkan diagnosa kusta, kita harus tau ciri-ciri utama (Cardinal Sign) penyakit kusta, yaitu :
  • Lesi (kelainan) kulit yang mati rasa, bisa berbentuk bercak keputih-putihan (hipopigmentasi) atau kemerah-merahan (erimatous) yang mati rasa (anastesi)
  • Penebalan saraf tepi yang disertai gangguan fungsi saraf
  • Hasil Pemeriksaan BTA Positif (Skin Smear)
Namun yang harus kita INGAT adalah cardinal sign yang pertama, yaitu Lesi Keputih-putihan atau kemerah-merahan yang mati rasa. Jika menemui gejala ini segera hubungi Petugas Kesehatan. Untuk Cardinal Sign yang ke-2 dan ke-3 membutuhkan keahlian khusus yang hanya bisa dilakukan oleh Petugas Kesehatan yang berkompoten.
Selain Cardinal Sign (ciri-ciri utama) diatas, ada beberapa kriteria seseorang dikatakan Tersangka Kusta (suspek) yaitu :
1. Tanda pada Kulit
  •  Kelainan kulit berupa bercak merah atau putih, atau benjolan
  • Kulit mengkilap
  • bercak yang tidak gatal
  • Adanya bagian-bagian tubuh yang tidak berkeringat atau tidak berambut
  • Lepuh dan tidak nyeri
  • Tanda Pada Saraf 
2. Tanda-tanda pada syaraf :
  • Rasa kesemutan, tertusuk-tusuk dan nyeri pada anggota badan atau muka
  • Gangguan gerak anggota badan atau bagian muka
  • Adanya cacat (deformitas)
  • Luka yang tidak sakit

INGAT : tanda-tanda tersebut tidak bisa di gunakan sebagai dasar diagnosis Kusta. Diagnosis kusta berdasarkan Cardinal Sign.

Klasifikasi Kusta
Penyakit kusta dapat di bagi 2, yaitu
  • Type PB (Pausi Basiler) 
Diagnosis berdasarkan Cardinal Sign :
- Terdapat 1-5 bercak keputih-putihan atau kemerah-merahan yang mati rasa
- Terdapat 1 saraf yang mengalami penebalan dan disertai dengan gangguan fungsi
- Pemeriksaan BTA / Sediaan Apusan Negatif

  • Type MB (Multi Basiler)
Diagnosis berdasarkan Cardinal Sign :
- Terdapat lebih dari 5 bercak keputih-putihan atau kemerah-merahan yang mati rasa
- Terdapat lebih dari 1 saraf yang mengalami penebalan dan disertai dengan gangguan fungsi
- Pemeriksaan BTA / Sediaan Apusan Positif
Pengobatan Kusta
Pengobatan Kusta berdasarkan Type Kusta yang ada. Untuk pasien type PB mendapatkan pengobatan MDT selama 6 bulan secara teratur. Dan untuk pasien Type MB mendapatkan pengobatan MDT selama 12 bulan. MDT (Multi Drug Treatment) harus diminum setiap hari. MDT tersedia di Puskesmas dan GRATIS.

KENALI GEJALA KUSTA SEJAK DINI. SEGERA PERIKSAKAN KE PETUGAS KESEHATAN JIKA MENGALAMI GEJALA GEJALA SEPERTI YANG DI JELASKAN.

KUSTA BUKAN PENYAKIT TURUNAN ATAU KUTUKAN 

Jumat, 04 Oktober 2013

Penyakit TB (Tubercolosis)

Penderita TB di Indonesia masih sangat banyak. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masayarakat tentang Penyakit ini. Untuk itu saya akan sedikit berbagi pengetahuan saya mengenai penyakit ini.
Tubercolosis
TB/Tubercolosis adalah penyakit menular yang disebabkan karena infeksi Kuman Mycobacterium Tubercolosis. Kuman ini biasanya menyerang paru-paru, walaupun dalam kasus tertentu bisa menyerang organ lain (kelenjar getah bening).
Kuman Tuberkolosis
Kuman ini berbentuk batang dan mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Kuman TB cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat betahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab.
Cara Penularan
Sumber utama penularan adalah Pasien penderita TB BTA Positif. Pasien yang menderita TB dapat menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet/percikan saat pasien batuk, bicara atau bersin. Droplet yang mengandung kuman dapat bertahan hidup di udara pada suhu kamar selama beberapa jam.
Daya penularan dari seorang penderita ditentukan ditentukan banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak, makin menular penderita tersebut. Setiap orang yang pernah terpapar dengn kuman ini, jika sistim daya tahan tubuh kuat, maka akan tidak akan menjadi sakit TB. Kuman yang telah terhirup akan bersifat dormant (tidur) atau sering disebut TB Laten.

Rabu, 02 Oktober 2013

Selamat Datang di Blog Pribadi Saya

Nama Saya Mahmud Roland Husain, Pendidikan terakhir D III Keperawatan Poltekkes Depkes Gorontalo. Sehari-harinya saya bertugas sebagai Pengelola Program TB-Kusta di Puskesmas Toto Utara Kecamatan Tilongkabila.
Sebenarnya saya tidak punya hobi menulis atau membuat blog. Blog ini saya buat karena saya terinspirasi dari pelatihan-pelatihan mengenai Program TB atau Kusta yang saya dapatkan. Saya berfikir bahwa materi pelatihan yang saya dapatkan bisa saya sharing ke masyarakat.