Jumat, 04 Oktober 2013

Penyakit TB (Tubercolosis)

Penderita TB di Indonesia masih sangat banyak. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masayarakat tentang Penyakit ini. Untuk itu saya akan sedikit berbagi pengetahuan saya mengenai penyakit ini.
Tubercolosis
TB/Tubercolosis adalah penyakit menular yang disebabkan karena infeksi Kuman Mycobacterium Tubercolosis. Kuman ini biasanya menyerang paru-paru, walaupun dalam kasus tertentu bisa menyerang organ lain (kelenjar getah bening).
Kuman Tuberkolosis
Kuman ini berbentuk batang dan mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Kuman TB cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat betahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab.
Cara Penularan
Sumber utama penularan adalah Pasien penderita TB BTA Positif. Pasien yang menderita TB dapat menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet/percikan saat pasien batuk, bicara atau bersin. Droplet yang mengandung kuman dapat bertahan hidup di udara pada suhu kamar selama beberapa jam.
Daya penularan dari seorang penderita ditentukan ditentukan banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak, makin menular penderita tersebut. Setiap orang yang pernah terpapar dengn kuman ini, jika sistim daya tahan tubuh kuat, maka akan tidak akan menjadi sakit TB. Kuman yang telah terhirup akan bersifat dormant (tidur) atau sering disebut TB Laten.

Dalam menegakkan diagnosa pasien TB, kita harus tau ciri-ciri seorang bisa di duga (suspek) penderita TB diantaranya : Batuk berdahak lebih dari 2 minggu, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dan berkeringat malam. Jika seorang pasien menunjukkan hal tersebut, maka segera dianjurkan untuk periksa dahak.
Dalam pemeriksaan dahak, setiap pengelola program TB akan mengambil sampel dahak sebanyak 3kali. Sampel dahak pertama adalah sewaktu (S) pasien datang berobat di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Sampel dahak ke-2 adalah dahak pada Pagi (P) hari, dan sampel dahak terakhir adalah Sewaktu (S) saat pasien mengantar dahak pagi.
Pasien dinyatakan TB BTA positif jika dua dari tiga identitas sediaan (S,P,S) dinyatakan positif oleh petugas Laboratorium. Namun jika dari hasil pemeriksaan hanya ada 1 sediaan dahak yang positif, maka hal yang bisa dilakukan adalah melakukan foto rongten atau pasien di periksa ulang dahak S.P.S
Jika Pasien sudah dinyatakan TB BTA Positif, maka segera anjurkan pasien untuk memulai pengobatan TB selama 6 bulan. Obat Anti Tuberkolosis (OAT) saat ini sudah tersedia di Puskesmas seluruh Indonesia. Pengambilan OAT di Puskesmas tidak di Pungut Biaya (GRATIS).
Dalam menjalani pengobatan TB, hal yang harus di ingat oleh pasien adalah TB bisa SEMBUH jika minum obat dengan TERATUR. Dalam program TB pasien yang mendapat OAT harus mempunyai PMO (Pengawas Menelan Obat) yang bertugas untuk mengawasi atau memastikan bahwa OAT diminum oleh pasien dengan teratur.
Obat Anti Tuberkolosis terbagi menjadi 2 tahap, yaitu 2 bulan pertama tahap intensif (pasien harus minum obat setiap hari selama 2bulan tanpa putus) dan 4 bulan (Tahap Lanjutan) untuk membunuh kuman yang tersisa.
Ada beberapa tahap pemeriksaan yang harus dijalani oleh pasien TB selama mendapat pengobatan dengan OAT. Tahap-tahap tersebut adalah Pemeriksaan dahak sebanyak 2kali pada 1 minggu sebelum masa intensif berakhir. Pada tahap ini pasien diperiksa dahaknya sebanyak 2 kali. Jika hasil pemeriksaan dahaknya negatif, maka pasien diberikan OAT tahap Lanjutan. Namun jika dari hasil pemeriksaan positif, maka pasien diberikan OAT sisipan selama 1 bulan. Tahap berikutnya adalah pemeriksaan dahak pada akhir bulan kelima. Pada tahap ini pasien kembali diperiksa dahak sebanyak 2kali. Dan tahap terakhir adalah pemeriksaan dahak 1 minggu sebelum pengobatan. Jika hasil pemeriksaan negatif, maka pasien dinyatakan sembuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar